Viral, Netizen Banjiri Mention Akun Medsos Jaksa Fedrik, dan Menemukan Fakta Mencengangkan

oleh -
fedrik adhar dan mobil flat B 1
Jaksa Fedrik Adhar dan mobil flat B 1 (foto: tangkapan layar)

kataberita.id — Setelah berakhirnya sidang pembacaan tuntutan kepada pelaku penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan. Di beranda akun media sosial, terutama di twitter, warganet menyayangkan tuntutan tersebut karena merasa hukuman untuk kedua pelaku tersebut sungguh tidak adil, apalagi dengan alasan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum Fedrik Ahdar yaitu ‘tidak disengaja’ dalam sidang tuntutan Jumat kemarin, (12/6/2020).

Baca juga :   PDIP Tak Terima Kantornya Digeledah KPK, Firli : Silahkan Lapor Dewas
Akun Instagram Jaksa Fedrik sebelum diganti namanya (foto : tangkapan layar Instagram)

Tanpa sengaja juga, tim kataberita.id menemukan beberapa fakta menarik dari cuitan para netizen. salah satunya adalah, adanya foto hasil tangkapan layar, yang menunjukan bahwa Jaksa Fedrik tengah membicarakan soal Alexis. Sontak netizen yang lain pun turut nge-retwitt dan berkomentar dengan pedasnya.

sumber : twitter.com/vdreec_oke

selain itu, banyak juga yang geram terhadap Jaksa Fedrik, dengan mention sambil menyertakan meme dan gambar sindirian atau ilustrasi kejadian pada saat Novel Baswedan disiram dengan air keras.

Baca juga :   Tersangka Kasus Proyek Jalan di Bengkalis Ditahan KPK

“Bikin malu bangsa dan negara moral busuk menginjak akal sehat” balas akun @Erlangga_Alen20

“Udah gak ada broo, udah dihapus atau ganti nama lagi” komentar dari @adj_prmn

twitter.com

Fakta lainnya adalah, ini yang menambah kecuriagaan besar para netizen. Yaitu akun instagram Jaksa Fedrik berubah nama, entah apa namanya, tetapi sebelumnya ada juga netizen yang memposting akun instagramnya yang masih aktif.

Baca juga :   KPK Meminta Data Laporan Kasus Korupsi yang Libatkan BUMN kepada Erick Thohir
twitter.com

Itu tadi beberapa fakta antusias netizen dari medsos, setelah Jaksa Fedrik membacakan tuntutan terhadap kedua pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. (kataberita/icn)