Tantangan Luhut Soal ‘Pengkritik Utang Negara’ Diterima Mantan Ketum PB HMI

oleh -

kataberita.id — Pernyataan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang ramai yang “menantang” pengeritik Pemerintah tentang Utang Pemerintah RI disambut dengan positif oleh Arip Musthopa, dari Komunitas Cinta Indonesia.

Berdasarkan rilis yang diterima redaksi pada Kamis (4/6/2020), mantan Ketua Umum PB HMI itu menyatakan, terlepas dari adanya kesan ‘menekan psikologis pengeritik’ dalam pernyataan Menko Kemaritiman tersebut, pernyataan tersebut merupakan undangan berdialog atau berdebat yang harus direspon secara positif oleh ekonom dan pengeritik kebijakan Pemerintah sehingga akan tercipta diskursus yang lebih kaya tentang pengelolaan utang Pemerintah RI dan juga masalah pemulihan ekonomi secara lebih luas.

Baca juga :   REFLEKSI MILAD HMI KE 73; HMI dan Revolusi Sosial

Arip menambahkan bahwa pernyataan Menko Kemaritiman yang menyebut pengkritik utang Pemerintah RI melakukan upaya “membodoh-bodohi” rakyat adalah tidak benar dan tendensius.

“Pengkritik sesungguhnya melakukan proses mengedukasi publik dengan mengangkat hal-hal yang mungkin luput dari perhatian Pemerintah dan menawarkan perspektif yang berbeda. Soal benar atau tidaknya tentu relatif, karena setiap perspektif memiliki kelebihan dan kelemahannya tersendiri. Tidak sepatutnya pejabat publik mengeluarkan pernyataan yang terkesan merasa paling benar, begitupun sebaliknya berlaku untuk pengeritik,” kata Arip Mustopa.

Arip Mustopa meminta jika dialog tersebut jadi digelar, hendaknya dilakukan secara terbuka agar ada proses edukasi publik, memperkaya khazanah publik, dan sekaligus publik dapat memberikan apresiasi terhadap pandangan Pemerintah maupun pengkritik.

Baca juga :   Cianjur Jadi Tuan Rumah LK III HMI BADKO Jawa Barat Ini Pesan KAHMI Cianjur

“Saya bukannya anti utang dan selalu melihat utang secara positif, namun kita juga dihadapkan pada sejarah dan pelajaran sejumlah negara, bahwa utang bisa sangat beresiko bila salah kelola, dan pemberi utang (kreditur) bisa sangat mempengaruhi kebijakan Pemerintah sehingga kedaulatan negara bisa terganggu. Oleh karena itu, kita harus bersikap hati-hati dalam hal meminjam dan mengalokasikan dana dari utang,”tutur Arip Mustopa.

Menurut Arip Mustopa, persoalan utang pemerintah adalah persoalan antar generasi. Bukan hanya masalah generasi saat ini, namun juga generasi yang akan datang, karena generasi mendatang ikut terlibat membayarnya. Sehingga ada baiknya generasi saat ini membicarakan soal ini secara serius sebagai bentuk pertanggungjawaban pada generasi yang akan datang.

Baca juga :   Badko HMI Jabar: Sikap Empati Sosial Saat Pandemi Covid-19 Perlu Digairahkan

“Oleh karena itu, saya berharap ada respon dari ekonom/ahli untuk menerima ajakan berdialog/berdebat dengan Menko Kemaritiman, dan apabila tidak ada ekonom/ahli yang berkenan, maka dengan ini saya mengajukan diri menerima tantangan tersebut tanpa maksud menyombongkan diri” tutup Arip Mustopa. (historiaHMI/kataberita)