Puisi Adnan Guntur

oleh -
Puisi Adnan Guntur
Puisi Adnan Guntur

SEBELUM MUSIM BERUBAH WARNA

hujan belum juga jatuh
namun waktu masi bisa kuhirup
dari jalur menuju ke pintu
jejak-jejak telah hilang
–aku melihatmu tepat disetapak mata
jauh sebelum musim berubah warna.
di udara daun kemuning berombak
menghapus ingatan-ingatan dari suara yang menggema
antara perih dan asin. aku terus merayap
dari bau gelap dan cahaya
hujan belum juga jatuh
aku menutup diri di sebuah meja
menghidangkan sepotong duka

Tasikmalaya, April 2020

DIBALIK PINTU

apa yang kau tulis dibalik pintu?
di suatu pagi yang pasi
kata terlepas dari zaman
dan tembok berpagutan
saling berloncatan
kita pernah bunuh diri disini, katamu
ketika hujan datang di 20 tahun yang lalu
anak kecil melukis menggunakan kain baju
di detak yang ke lima
hari itu kita saling berpisah
tepat disini, di balik pintu
aku menulis namamu

Baca juga :   Cerpen : Sejarah Sepasang Sayap

Ciamis, Mei 2020

KETIKA MALAM TIBA

kami selalu bedoa ketika malam tiba
di sejumlah kata yang berhamburan dari sela jari kami
muncul seorang anak
ia lari ke jendela
–kali ini hujan tak datang dan bulan cemas
tapi rambut kami menghitung duka
dari sujud dan tanya
“kami hanya orang yang tua
atau kembang tanam?”
di ramadan yang ke sekian
kami tetap menunggu di jendela
menunggu doa
berlari menuju duka

Baca juga :   Cerpen : Bantal dan Guling

Ciamis,Mei 2020

SESEORANG DARI BUKU PUISI

ia masih duduk
di sebuah halaman dari buku puisi
pukul tak terduga
ia khatamkan segala hal sampai tidak tersisa
dari judul menuju isi
ia katakan, semua baik saja

(kepada dirinya sendiri)

ia genggam semua telepon
menunggu berdering
“ia waktu? oh, santai saja”

(dalam bayangannya)

sampai saat ini
aku masih bisa ingat

Baca juga :   Sajak-sajak Muhammad Sulaiman Fauzi

disini, di balik jendela
jika waktu sudah tak terduga
akan ku buka segala cahaya
sampai gelap tidak tersisa
untuk mengatakan – ah, kamu yang bisa saja

Ciamis, Mei 2020


Adnan Guntur, lahir di Pandeglang 29 September 1999. Saat ini sedang melanjutkan studi di Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Airlangga dan Sekarang menjabat sebagai Presiden BEM FIB 2020. Aktif berkegiatan di Teater Gapus, Teater Mata Angin, Majelis Sastra Urban dan Bengkel Muda Surabaya. Bisa menghubungi saya di adnan9guntur@gmail.com dan IG; adnan_guntur