Gempa dan Risiko Bencana di Cianjur Berada pada Peringkat Pertama di Indonesia

oleh -

kataberita.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyebutkan sejauh ini belum menerima laporan mengenai dampak dari gempa bumi magnitudo 3,7 yang mengguncang Cianjur, Rabu (11/3/2020) malam.

Sekretaris BPBD Cianjur Mokhamad Irfan Sofyan mengatakan, hasil pantauan dan asesmen Relawan Tanggap Bencana (Retana) BPBD di lapangan, tak terjadi kerusakan akibat peristiwa bencana alam tersebut.

“Nihil, baik korban maupun dampak kerusakan pada bangunan. Namun, beberapa wilayah sempat merasakan guncangan,” kata Irfan kepada Kompas.com via telepon, Kamis (12/3/2020) pagi.

Baca Juga :   Akan Memasuki Masa Pensiun, Plt Kadisdikbud Oting Masih Menjabat?

Kendati begitu, Irfan mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terlebih sudah dua wilayah kabupaten terdekat yang juga telah diguncang gempa bumi.

“Kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Khawatir juga ada potensi susulan. Namun, mudah-mudahan tidak sampai terjadi,” ucapnya.

Terlebih, indeks risiko bencana di Kabupaten Cianjur masih berada pada peringkat pertama di Indonesia.

Selain itu, wilayah Kabupaten Cianjur juga masuk garis patahan sesar Cimandiri, sehingga masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana. 

Baca Juga :   Biaya Pasang Baru Naik Keputusan Dirut Perumdam Tirta Mukti Dikritik Mahasiswa

Sekretaris BPBD Cianjur Mokhamad Irfan Sofyan mengatakan, hasil pantauan dan asesmen Relawan Tanggap Bencana (Retana) BPBD di lapangan, tak terjadi kerusakan akibat peristiwa bencana alam tersebut.

“Mitigasi bencana terus kita giatkan dengan pelibatan personel Retana yang ada di masing-masing desa,” ujar dia.

Selain itu, BPBD Cianjur juga telah memasang intensity meter atau alat pengukur getaran gempa di sejumlah tempat di 16 wilayah kecamatan.

“Sudah kita pasang beberapa waktu lalu, di antaranya di wilayah  Kecamatan Agrabinta, Cidaun, Naringgul, termasuk di kantor BPBD. Gempa semalam juga getarannya terukur alat ini,” kata Irfan.

Baca Juga :   Dewan Kebudayaan Kab. Cianjur Study Komparasi ke DKKT

Sebelumnya diberitakan, gempa bumi magnitudo 3,7 terjadi di Cianjur, Jawa Barat, Rabu (11/3/2020). 

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 21.41 WIB.

Lokasi gempa pada 22 kilometer timur laut Cianjur dengan kedalaman 2 kilometer

Gempa ini dirasakan disebagian wilayah Kabupaten Cianjur, termasuk di wilayah Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. (Kompas.com)