Mulai Bekerja Awal 2020, Apa Tugas Tim Ahli Airlangga Hartarto?

oleh -

TEMPO.COJakarta – Anggota Tim Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Ngakan Timur Antara, mengatakan tim bentukan Airlangga Hartarto baru aktif bekerja pada awal tahun 2020. Ia mengatakan personel tim telah mengetahui tugasnya secara umum, namun penjelasan lebih rinci baru dilakukan awal tahun depan.

“Yang pasti tugasnya membantu Pak Menteri lah, karena Pak Menko dengan cakupan yang begitu luas beliau butuh tim yang bisa mendukung,” ujar Ngakan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, 24 Desember 2019. Ia menilai pekerjaan Airlangga sangat berat, apalagi dengan perkembangan ekonomi Tanah Air yang dibidik maju dengan lompatan-lompatan baru.

Ngakan, yang sebelumnya berkecimpung di Kementerian Perindustrian diperkirakan akan banyak mendukung di sektor tersebut. “Mungkin plus yang lainnya sesuai degan kebutuhan nanti pak menko saja,” kata dia. Secara umum, ia mengatakan tugas menko sangat luas dan strategis, sehingga perlu ada tim pendukung.

Baca Juga :   Pemerintah Akan Pastikan RUU Cipta Kerja Selaras dengan Koridor Konstitusi

Sebelumnya, Airlangga Hartarto dikabarkan telah membentuk tim yang terdiri dari tim ahli, tim asistensi, dan staf khusus. Tak menjawab secara gamblang soal komposisi tim tersebut, Airlangga merasa tak perlu mengumumkan perihal tersebut.

Menurut Airlangga, tim tersebut bertugas mulai tahun depan. “Enggak perlu diumumkan, baru mau bertugas tahun depan, dan mereka ada tugasnya masing-masing,” ujar dia di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Jalan MT Haryono, Jakarta, Senin, 23 Desember 2019.

Baca Juga :   Menko Perekonomian Airlangga, Perbaiki Ekosistem Perizinan

Airlangga menuturkan mereka tidak digaji oleh negara, melainkan mendapat honor atau gaji tersendiri. “Kecuali Staf Khusus yang dari Kemenko Perekonomian (gajinya),” katanya. Sebagian dari mereka pun ada yang berkantor di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Nantinya mereka akan bertugas memberikan konsultasi berbasis proyek. Beberapa proyek yang disebut Airlangga, antara lain soal mandatori bahan bakar minyak B30 alias solar dengan campuran minyak sawit 30 persen. Di samping, kredit usaha rakyat, neraca perdagangan omnibus law, hingga daftar positif investasi.

Adapun nama yang disebut-sebut mengisi Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian antara lain ekonom Raden Pardede, Bustanul Arifin, Lin Che Wei; mantan jurnalis Dimas Oky Nugroho; dan eks Deputi Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) bidang Aset Manajemen Investasi (AMI) Taufik Mappaenre Maroef.

Baca Juga :   Ini Alasan Pemerintah Pangkas Proyek Strategis, Airlagga: Pada 2021 Total Nilai Investasi Rp464,6 T

Di samping itu, Tim Ahli Menko Perekonomian diisi oleh pengusaha Shinta Widjaja Kamdani, Franky Sibarani, Sanny Iskandar, Jonathan Thahir; bekas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Ngakan Timur Antara; serta bekas Kepala BP Batam Edy Putra Irawady. Selain itu, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian disebut diisi oleh Umar Juoro, I Gusti Putu Suryawirawan, Reza Yamora Siregar, serta Mohamad Jusuf Hamka. (Tempo.co)