GERUTU
Inikah yang kau mau, Kanda?
Adinda melangkah memanggul rasa
Menggenggam segenap cinta
Membungkam seluruh kata
Berlinang air mata
Bercucuran ingatan tentangmu
Kanda, Tak ada lagi yang lebih nyata
Dari cumbumu yang menambah cinta
memikat sukma, menggelitik rasa
dan mencubit jiwa
Baiklah
Biar kutimbun semua kisah
merenggut segala derita
menyusuri semenanjung lara
arungi samudra asmara
menerbangkan seluruh doa
Adinda pamit, Kanda
Jika engkau mencariku
Carilah kubangan rindu
dan lihatlah diriku pada baris kenangan
yang berdiri kuat
pada semua yang kautatap
Sukaluyu, Juni 2019
MENJADI AKU
Akulah seonggok duli tersapu badai
Melayang-layang bersama ambisi
Dalam getir teramat nyata
Akulah lumba-lumba vaquita
Merintih, menjerit, meronta di ujung samudra
Menatap nanar rindu tergulung ombak
Akulah daun tua, jatuh dan begitu lesu
Diam di pangkal hening angin
Berbincang dalam angan
Terbalut sakit yang dalam
Sukaluyu, Juni 2019
TEH PAGI DAN SESABIT SENYUM
Pagi ini aroma teh sambut matahari
Singkong goreng dan kelepon sebagai pendamping
Untukmu kulengkapi senyum paling manis
Seperti senyumanmu juga
Dan bibir kita bagai sabit sempurna
Lengkungannya terpasung manja
Warnanya merah muda
Dalam isapan teh yang menggoda
Cianjur, Maret 2019
Indah Fitriyani Hidayat, lahir di Cianjur 15 Maret 2000. Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Suryakancana Cianjur. Bergiat di UKM Warung Apresiasi Sastra UNSUR, dan aktif di Ruang Sastra Cianjur (RSC)