Kepulauan Riau Diserang Para Penyair dari Berbagai Negara di Asia Tenggara

oleh -

Tanjungpinang, kataberita.id – Provinsi Kepulauan Riau, kini tidak hanya dikunjungi oleh para peneliti dari satuan/lembaga akademik, tetapi di akhir bulan oktober ini Kepri diserang oleh para penyair dari pelosok daerah di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Kunjungan Wisata Sejarah Sastra ke Makam Sastrawan Ali Haji di Pulau Penyengat.

Kegiatan sastra yang bertajuk “Festival Sastra Internasional Gunung Bintan” atau disingkat FSIGB, merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh pemerintah Provinsi Kepri, yang digagas oleh Sastrawan Rida K Liamsi. Tahun ini FSIGB dilaksanakan lebih meriah lagi dari tahun sebelumnya, diselenggarakan tepat pada hari sumpah pemuda (28/10/2019) sampai dengan 1 Nopember 2019.

Baca Juga :   Ajip Rosidi: Membaca dan Menulis Tanpa Akhir
Malam pertama penampilan baca puisi di bibir laut pantai impian BBC

Ketua pembina FSIGB Rida K Liamsi mengatakan, bahwa FSIGB diikuti oleh 150 lebih penyair dari Indonesia (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kepri, Riau, Sumbar, Sumut, Sumsel, NTT, Bali, DKI Jakarta, dan provinsi lainnya), Malaysia, Singapura. Sedangkan peserta yang tidak hadir dan tetap masuk dalam antologi puisi Jazirah 2 sekitar 50an.

Makan sea food khas melayu di rumah makan apung Tanjungpinang

Hal yang menarik dari acara terbesar di FSIGB tahun ini adalah, acara seminar sastra internasional yang membahas secara detil tentang puisi lama (pantun), oleh para pakar, akademisi, dan sastrawan; Sutardji Calzum Bachri (Presiden Penyair Indonesia), Hasan Aspahani (Penyair Indonesia), Nurhayati (Malaysia), Mu’jiyah (Badan Bahasa Kepri), dll.

Baca Juga :   Puisi Sahaya Santayana
Festival Budaya Melayu Kepri

Di FSIGB 2019, penyair-penyair Indonesia ternama pun ikut hadir memeriahkan acara tersebut sebagai pemateri dan peserta seperti; Sutardji Calzum Bachri, Abdul Hadi WM, Maman S Mahayana, Hasan Aspahani, Isbedi Setiawan ZS, Ratna Ayu Budiarti, Abdul Kadir, Kuni Masrohanti, dll.

Pantai Dugong Trikora, Tanjungpinang

Agenda kegiatan lainnya yang sudah terselenggara adalah Pembacaan Puisi di Gedung Daerah Tanjungpinang, lounching buku antologi puisi bersama Jazirah 2, diskusi sastra di kedai kopi, baca puisi lagi, menyebrangi laut, wisata sejarah ke pulau penyengat, bermain di pantai dugong, baca puisi, hingga makan masakan kuliner khas melayu, seafood, pesta durian, dll.

Baca Juga :   Penyair Indonesia Sapardi Djoko Damono Meninggal Dunia
Pesta Durian di Cafe Kopi Sekanak

“Kami berharap para penyair terhibur dan selalu tetap bergembira selama kegiatan, kami akan tetap menjamu para penyair sebaik mungkin, dan sebisa mungkin menjadi kenangan yang tak terlupakan”. Terang Datuk Rida K Liamsi, pada saat ditemui oleh wartawan kataberita.id (icn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.